Selasa, 15 Desember 2015

Ditemukan, Planet Baru Yang Sangat Mirip Dengan Bumi

TEMPO.COJakarta - Pencarian kehidupan di luar angkasa oleh ilmuwan berbuah penemuan planet kembaran Bumi. Selama empat tahun, peneliti NASA, the Seti Institute, dan beberapa universitas meneliti planet kembaran bumi itu bersama 12 planet dan 500 kandidat lainnya yang mungkin bisa dihuni manusia. (Lihat Video Planet Termirip dengan Bumi Ditemukan)

Planet terbaru yang diberi nama Kepler 452b itu adalah planet termirip dengan Bumi yang pernah ditemukan oleh tim peneliti. "Ini adalah planet berbatu, mengelilingi bintang sejenis matahari dan mungkin bisa dihuni," ujar Jeff Coughlin, ilmuwan Seti. Ia menambahkan planet ini sudah seperti sepupu jauh Bumi dengan umur lebih tua dan lebih besar.

Para peneliti memperkirakan 452b memiliki massa lima kali dari Bumi atau sekitar 1,5 miliar tahun lebih tua dengan gravitasi dua kali lebih kuat. Ia berjarak 1.400 tahun cahaya dan mengitari bintang yang mirip matahari. Satu tahun di sana juga terhitung tidak beda jauh seperti di bumi. Dan yang paling penting, planet tersebut kemungkinan memiliki air.

Ilmuwan NASA Jon Jenkins menduga wujud bebatuan gunung ini disebabkan gunung berapi aktif dan atmosfer yang lebih tebal dengan jumlah awan yang jauh lebih banyak dibanding Bumi.Tapi di luar kemiripannya dengan Bumi, pusat orbit 452b lebih tua 1,5 miliar tahun dan lebih besar 4% dari matahari sehingga panas 20% dari Bumi.

Ada kemungkinan Kepler 452b telah mengalami apa yang sedang terjadi di Bumi satu miliar tahun lalu. "Jika Kepler 452b adalah planet berbatu, mungkin planet itu sedang dalam fase rumah kaca. Mataharinya yang sudah tua mungkin mengubah lautan di sana menjadi uap," kata Doug Caldwell, peneliti dari the Seti Institute.

Penemuan besar astronomi ini sulit dilepaskan dengan keberadaan teleskop Kepler. Teleskop ini mampu mengidentifikasi planet dengan observasi cahaya bintang yang tertutup oleh planet yang melintas di depannya, mirip dengan bulan yang mengakibatkan gerhana di Bumi. Namun konfirmasi status planet masih memerlukan observasi lebih jauh.

Pada 2017 NASA berencana meluncurkan satelit baru untuk meneruskan misi Kepler. Satelit bertugas melacak planet-planet yang berada di tata surya terdekat. Dengan teleskop dan satelit seperti itu, ilmuwan berharap bisa menciptakan peta planet mirip Bumi pertama termasuk detil awan, lautan, dan musim yang mungkin ada di planet tersebut.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar