Rabu, 17 Februari 2016
Senin, 08 Februari 2016
Meteor Pembunuh Kian Mengancam Bumi
Detektor ledakan senjata nuklir merekam hantaman 26 asteroid
di permukaan bumi selama 14 tahun terakhir. Ilmuwan mewanti-wanti ancaman
meteor yang bisa memusnahkan kawasan perkotaan, lebih besar dari yang
diperkirakan.
IPTEK - www.dw.de . Jaringan
sensor senjata nuklir yang tersebar di seluruh penjuru bumi mencatat 26
detonasi selama 14 tahun terakhir. Uniknya ledakan tersebut bukan berasal dari
senjata nuklir, melainkan hantaman meteor, tulis yayasan B612, yang ingin membangun
sistem peringatan diri terhadap ancaman dari luar angkasa.
Menurut informasi yang dikumpulkan Lembaga Pengawasan
Ujicoba Senjata Nuklir (CTBTO), meteor lebih sering menghantam bumi ketimbang
yang selama ini diduga. Untuk itu CTBTO mengukur gelombang kejut di seluruh
dunia yang menyebar lewat udara.
Batuan langit yang menghujani bumi secara berkala memiliki
daya ledak setara dengan 1 hingga 600 kilo ton TNT. Bom atom yang
meluluhlantakkan Hiroshima misalnya melepaskan energi setara 15 kilo ton TNT.
Hantaman Meteor Lebih Sering dari Dugaan
Dari 26 asteroid cuma satu saja yang bisa dideteksi oleh
ilmuwan sebelum meledak. Sementara yang lain tiba tanpa peringatan. Setidaknya
meteor-meteor itu meledak di laut, jauh dari kawasan padat penduduk.
Minimnya pengetahuan manusia mengenai ancaman dari antariksa
mengungkap risiko yang disebabkan bom kosmik itu. "Karena kami tidak tahu
kapan dan di mana meteor akan menghantam. Satu-satunya yang menghindarkan
bencana adalah keberuntungan belaka," kata Astronot AS, Ed Lu, salah
seorang pendiri B612.
Ilmuwan menghitung jumlah meteor yang lintasan terbangnya
suatu saat bisa bersinggungan dengan bumi seperti menggelar jajak pendapat
jelang pemilu. "Ada kekeliruan dalam pandangan umum bahwa hantaman
asteroid adalah hal yang sangat langka. Pandangan itu tentu salah," kata
Lu.
Batu Sebesar Rumah dan Lebih Cepat dari Suara
Asteroid sebesar 40 meter atau setengah lapangan bola,
berpotensi menghancurkan sebuah kota berpenduduk padat, kata Lu.
"Bayangkan sebongkah batu sebesar gedung apartemen bertingkat, menghujam
bumi dengan kecepatan Mach 50," tuturnya.
Mach 50 adalah 50 kali kecepatan suara, atau sekitar 61.250
Kilometer per jam. NASA saat ini telah menjalankan program pendeteksian dini
asteroid yang memiliki ukuran lebih besar dari 1 km persegi. Batuan langit yang
ukurannya setara dengan sebuah bukit kecil itu bisa membunuh jutaan manusia
jika menghujam Bumi.
Situasi serupa terjadi 65 juta tahun lalu ketika sebuah
asteroid berukuran 10 kilometer persegi menghantam bumi dan memicu perubahan
iklim yang diyakini mempercepat kemusnahan dinosaurus dan sebagian besar
kehidupan di muka bumi.
Kerugian Piutang
PENCATATAN PIUTANG TAK TERTAGIH
Piutang Dagang (Account Receivable) adalah Piutang yang
timbul dari penjualan kredit barang/jasa yang merupakan hasil usaha dari
perusahaan yang bersangkutan Adakalanya sejumlah piutang tidak dapat ditagih
(tidak diperoleh pembayarannya), misalnya : karena debitur yang bersangkutan
jatuh pailit Kerugian Piutang / Kerugian Piutang Tak Tertagih / Biaya
Penghapusan Piutang.. Adanya piutang tak tertagih tersebut merupakan kerugian
bagi perusahaan, yang dicatat sebagai biaya usaha dengan nama akun :
metode untuk mencatat kerugian piutang tak tertagih adalah
sebagai berikut :
1. Metode Langsung
(Direct Method), dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Kerugian dicatat pada periode penerimaan
piutang, berdasarkan jumlah piutang yang
dihapuskan,
b.
Setiap penghapusan piutang langsung dicatat pada akun : Kerugian
PiutangTak Tertagih
dengan
jurnal :
Kerugian
Piutang Tak Tertagih
(D) Rp xxx
Piutang
(K) Rp xxx
2. Metode Tidak
Langsung / Metode Cadangan (Indirect / Allowance Method)
a. Mencatat kerugian piutang tak tertagih
(berdasarkan taksiran) pada periode penjualan
terjadinya
piutang melalui ayat jurnal penyesuaian :
Kerugian
Piutang Tak Tertagih
(D) Rp xxx
Piutang
(K) Rp xxx
b. Setiap penghapusan piutang dibebankan ke
Cadangan piutang tak tertagih dengan jurnal :
Cadangan
Piutang Tak Tertagih
(D) Rp xxx
Piutang
(K) Rp xxx
cara-cara untuk menetapkan besarnya taksiran tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Ditetapkan
sebesar persentase tertentu (…%) dari Penjualan.
Dalam hal ini dasar perhitungannya adalah :
a. Penjualan kotor
b. Penjualan bersih
c. Penjualan kredit
bersih
2. Ditetapkan
berdasarkan persentase tertentu (…%) dari saldo Piutang.
Dalam hal ini terdapat 3 (tiga) cara sebagai berikut :
a. Jumlah cadangan kerugian piutang tak tertagih ditambah
sebesar persentase (%) tertentu dari saldo piutang (tanpa memperhatikan saldo
cadangan yang masih ada)
b. Jumlah cadangan kerugian piutang tak tertagih dijadikan
sebesar persentase (%) tertentu dari saldo piutang dengan memperhatikan saldo
cadangan yang masih ada)
c. Jumlah cadangan
kerugian piutang tak tertagih dijadikan sejumlah tertentu dalam rupiah (Rp.
…..) yang ditetapkan berdasarkan analisis umur piutang (dengan memperhatikan
saldo cadangan yang masih ada).
PENERIMAAN DARI
PIUTANG YANG TELAH DIHAPUSKAN
Apabila piutang yang telah dihapuskan diterima
pembayarannya, maka pencatatannya adalah sebagai berikut :
1. Metode Langsung
Jurnal :
Kas
(D) Rp xxx
Kerugian Piutang
Tak Tertagih (K) Rp xxx
2. Metode Cadangan
Jurnal :
Piutang Dagang
(D) Rp xxx
Cadangan Piutang
Tak Tertagih (K) Rp xxx
(Mengembalikan piutang yang sudah dihapuskan)
Kas
(D) Rp xxx
Piutang
Dagang
(K) Rp xxx
(Mencatat penerimaan piutang yang sudah dihapuskan)
Jumat, 05 Februari 2016
Kecepatan cahaya Dalam berbagai satuan. 1thn cahaya = 9460800000000 km
Umumnya Jarak yang amat jauh seperti jarak antar Bintang,
Bumi dengan bintang dsb dihitung dengan satuan Tahun Cahaya .
Tentunya kita pernah dengar hal-hal berikut :
- Jarak
antara Galaksi Bimasakti-Andromeda = ± 2juta tahun cahaya.
Artinya jarak keduanya bisa ditempuh dalam waktu 2juta tahun dengan
kecepatan tempuh = kecepatan cahaya.
- Jarak
Bumi-Bintang Alfha-Centaury = ± 4,5 tahun cahaya. Artinya
seperti diatas. butuh waktu 4,5 tahun bagi cahaya untuk sampai ke Planet
Bumi dari Bintang Alfha Centaury.
- dsb
Menghitung Kecepatan Cahaya
Dari Gambar diatas kecepatan cahaya dapat di hitung dengan
mudah. Diketahui cahaya sampai ke permukaan bumi kira-kira 8,3 menit. maka kalo
di hitung muncul persamaan
Kecepatan(dalam detik)
= Jarak Matahari-Bumi / (8,3 * 60)
= 150.000.000km / 498s
= 301204.819km/s (300rb an km
/detik)
*hasil diatas hanya perkiraan dengan perhitungan kasar.
perhatikan table dari Wiki berikut sebagai tambahan
Laju cahaya dalam beberapa unit satuan
|
|
299,792,458 (exact)
|
|
˜ 300,000
|
|
˜ 1,079,000,000
|
|
˜ 186,000
|
|
˜ 671,000,000
|
|
1 (exact and dimensionless)
|
|
Perkiraan lama waktu yang diperlukan dari jarak tempuh
cahaya:
|
|
Satu kaki
|
1.0 nanodetik
|
Satu meter
|
3.3 nanodetik
|
Satu kilometer
|
3.3 mikrodetik
|
Satu mil
|
5.4 mikrodetik
|
0.12 detik
|
|
Mengelilingi khatulistiwa bumi
|
0.13 detik
|
Dari Bumi ke Bulan
|
1.3 detik
|
Dari Bumi ke Matahari
|
8.3 menit
|
Dari Bumi ke Alpha
Centauri
|
4.4 tahun
|
Menyebrangi Bima Sakti
|
100,000 tahun
|
1 tahun cahaya berapa km ?
Nah diatas sudah dibahas biasanya perhitungan Jarak yang
sangat jauh atau jarak antar bintang biasa dikukur dalam satuan Tahun Cahaya.
Tapi kira-kira berapa jauh yah 1 tahun cahaya itu
?
para ilmuwan telah menghitung dgn angka-angka sbb:
- 1
thn-cahaya = 9.460.730.472.580.800 meter sebagai angka yang tepat
- 1 thn-cahaya =
9.460.730.472.580 kilometer (9,461 triliun km)
- 1 thn-cahaya =
5,878625 triliun mil
- 1 thn-cahaya =
63241077 astronomical unit (AU) atau 63241077 kali jarak Bumi-Matahari
- 1
thn-cahaya = 0,306601 parsecs
dalam perhitungan sebelum didapat ± 300rb km/detik. maka untuk
menghitung jaraknya sebenarnya dalam 1 tahun:
Jarak = 1 detik x 1 tahun x 300rb
= 1 x 365 hari x
300.000
= 1 x 365 x 3600 x 24 x 300.000
= 9460800000000
km
*1 hari = 3600 detik x 24 jam
Nah didapat ± 9460800000000km (9,461
triliun km) sebagai jarak yang ditempuh cahaya selama 1 tahun. Dahsyat
bukan ? .
Jadi sekarang kita sudah membayangkan betapa jauhnya jarak 1
tahun cahaya itu. Jika dengan teknologi manusia masa kini, masih mustahil untuk
melakukan perjalanan bahkan ke bintang tetangga kita Alfha-Centaury (4.5 thn
cahaya dari bumi). Karena belum ada teknologi angkutan yang bisa secepat
cahaya.
Sumber :
Piutang Wesel
Pengertian piutang wesel adalah piutang
atau tagihan yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara tertulis,
disertai dengan janji tertulis .
- Piutang
wesel mempunyai kekuatan hukum yang lebih
mengikat karena disertai janji tertulis berupa surat
wesel atau surat promes.
- Surat
wesel dan surat promes è istilah untuk perjanjian tertulis dalam jual beli
barang atau jasa secara kredit.
- Surat wesel è
surat perintah yang dibuat oleh kreditur yang ditujukan kepada debitur
untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu sebagaimana
disebutkan dalam surat wesel tersebut.
- Pembuat surat wesel =
Penarik wesel akan menerima sejumlah uang yang disebutkan dalam surat
wesel tersebut dari debitur ( pihak yang tertarik wesel ) pada
tanggal yang telah ditentukan dalam surat wesel tersebut ( tanggal jatuh
tempo wesel )
- Jika
penarik wesel membutuhkan uang sebelum tanggal jatuh tempo maka surat
wesel tadi dapat dipindah tangankan ( dijual = didiskontokan ) kepada
pihak lain / bank , asal saja surat wesel tersebut sudah
ditandatangani oleh pihak tertarik ( debitur ) Penandatananan /
persetujuan dari debitur terhadap surat wesel yang bersangkutan disebut = AKSEPTASI
- Surat
promes = surat kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada
tanggal tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat promes tersebut.
Jenis piutang wesel :
- Piutang
wesel tidak berbunga è piutang wesel yang tidak membebani bunga kepada
pihak debitur, pada tanggal jatuh tempo jumlah uang yang diterima oleh
pemegang wesel adalah sebesar nilai nominal ( nilai yang dinyatakan dalam
surat wesel )
- piutang
wesel berbunga è jumlah uang yang diterima oleh pemegang wesel / promes
pada tanggal jatuh tempo adalah sebesar nilai nominal ditambah dengan
bunga . Bunga piutang wesel biasanya dinyatakan dalam prosentase ( % )
dari nilai nominal piutang wesel.
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 20XX PT Anugrah menarik wesel
atas debiturnya CV ARMAN dengan nilai nominal sebesar Rp.
400.000 ., bunga wesel sebesar 6 % per tahun , wesel tersebut jatuh tempo
setelah 90 hari
Berdasarkan data diatas, maka bunga wesel dapat dihitung
dengan cara sebagai berikut :
Nilai
nominal
= Rp. 600.000
Bunga : 6 % x 90/360 x
400.000 =
Rp. 6.000
Jumlah uang yang diterima
= Rp. 606.000
Mendiskontokan wesel :
Jumlah uang yang diterima oleh kreditur ( Penarik
wesel ) pada tanggal pendiskontoan wesel tentu saja lebih kecil
dibandingkan dengan jumlah uang yang diterima pada tanggal jatuh tempo wesel.
Jumlah uang yang diterima penarik wesel pada saat mendiskontokan wesel dari
pihak lain atau bank adalah sebesar nilai jatuh tempo wesel dikurangi dengan
potongan diskonto ( atau sering dikenal dengan nama diskonto )
Diskonto = potongan atas nilai jatuh tempo wesel
Diskonto dinyatakan dengan prosentase ( % ) dari nilai
jatuh tempo wesel
P x t x a
|
p = prosentase diskonto
t = waktu diskonto, dihitung dari tgl
pendiskontoan wesel sampai tgl jatuh tempo
a = nilai jatuh tempo
contoh : Pada tanggal 1 April 200X PT Arman menarik
wesel tidak berbunga dengan nilai nominal sebesar Rp. 360.000 . wesel tersebut
jatuh tempo pada tanggal 1 Juli 200X .
tanggal 1 Juni 200X PT Arman mendiskontokan wesel tersebut
kepada Bank ABC dengan diskonto 4 % .
Penyelesaian :
Nilai
nominal
= Rp. 360.000
Diskonto : 4 % x 1/12 x Rp. 360.000
=
Rp. 1.200
Jumlah uang yang diterima
= Rp. 358.800
Perhitungan diskonto wesel tersebut diatas adalah untuk
jenis wesel berbunga , dimana nilai jatuh tempo wesel sama dengan nilai
nominal wesel.
Jika pada contoh diatas, wesel tersebut berbunga sebesar 6 %
per tahun , maka perhitungan diskonto wesel adalah sebagai berikut :
Nilai nominal :
= Rp. 360.000
Bunga : 6 % x 3/12 x Rp.
360.000 =
Rp. 5.400
Nilai jatuh
tempo
= Rp. 365.400
Diskonto : 4 % x 1/12 x Rp.
365.400 =
Rp. 1.218
Jumlah uang yang
diterima
= Rp. 364.182
Rabu, 03 Februari 2016
Mengagumkannya Teknologi Radar Absorbent Materials
Sebagaimana pada pembahasan tentang teknologi stealth dari
pesawat tempur yang pernah kita bahas beberapa saat lalu, kita telah membahas
teknologi stealth dari sudut pandang faktor bentuk pesawat. Namun sebagaimana
diketahui untuk mencapai efisiensi stealth yang maksimum tentunya
tidaklah cukup hanya mengandalkan faktor bentuk semata,namun tentunya harus
dikombinasikan pula dari sisi material penyusun badan pesawat.
Untuk meningkatkan efisiensi stealth maka digunakanlah suatu
material yang disebut dengan Radar Absorbing Material atau biasa
disingkat dengan RAM. Sebagaimana yang kita ketahui radar merupakan
alat deteksi yang sangat sensitif yang memancarkan gelombang-gelombang
frekuensi tertentu dan telah banyak dilakukan pengembangan pada teknologi
radar. Maka dari sinilah dimulailah banyak pengembangan pada sistem anti radar,
diantaranya pemilihan material anti radar. Secara definisi radar absorber
merupakan material yang mampu melakukan penyepadanan impedansi, atau pengertian
sederhananya adalah penyerap resonansi (frekuensi alami). Material untuk RAM
tersusun dari material-material yang memiliki sifat magnetik dan atau resistif.
Sebagaimana pada penjelasan sebelumnya bahwa RAM mampu menyerap resonansi,
namun perlu diketahui bahwa material RAM tentu tidak mampu menyerap gelombang
radar pada semua frekuensi karena setiap material memiliki karakteristik
resonansi yang berbeda-beda, sehingga usaha maksimal yang bisa dilakukan adalah
menemukan komposisi material yang paling pas yang diharapkan memiliki kemampuan
penyerapan gelombang yang dipancarkan radar yang paling maksimal dibanding
material-material lainnya. Selain itu juga perlu diketahui pula bahwa kondisi
cuaca yang buruk mampu menurunkan kemampuan stealth suatu pesawat tempur.
Sejarahawal penggunaan material Radar Absorbing Material
dimulai ketika perang dunia 2 yakni siapa lagi kalau bukan Jerman yang
memulainya. Jerman menggunakan RAMyang dulu biasa dikenal dengan istilah Sumphdan Schornsteinfeger, material
ini digunakan pada perlengkapan periskop kapal selam milik jerman supaya tidak
terdeteksi oleh radar pasukan sekutu. Material tersebut tersusun dari
beberapalapisan graphite atau karbon dan material-material semikonduktor
lainnya yang tertanam dalam matriks rubber material.
Salah satu jenis material RAM yang terkenal yakni adalah iron
ball paint. Materia ini terdiri dari bola-bola besi yang berukuran sangat
kecil yang dilapisi dengan carbonyl iron atau ferrite. Gelombang yang
dipancarkan oleh radar akan menghasilkan getaran molekuler yang dihasilkandari
pengaturan medan magnet pada material ini, dengan adanya fenomena getaran
molekuler ini maka akan menyebabkan terjadinya konversi dari energi
gelombangyang dipancarkan radar menjadi energi panas. Pada akhirnya energi
panastersebut akan dialirkan menuju pesawat dan setelah itu panasnya akan
dibuang.Partikel-partikel iron tersebut diperoleh melalui dekomposisi iron
pentacarbonyl dan juga mengandung carbon, oksigen dan nitrogen.
Pesawat F-117 menggunakan iron ball paint yang diisolasi secara elektrik pada
ukuran-ukuran tertentu yang dilarutkan pada 2 bagian cat epoxy. Setiap
bola-bola mikroskopis terlapisi oleh quartz (silicon dioxide) sebagai isolasi,
ketika iron ball paint masih dalam keadaan cair maka dilakukanlah treatmen
medan magnet dengan angka Gauss tertentu dan pada jarak tertentu untuk
menghasilkan pola medan magnet tertentu pada carbonyl iron ball.
Material RAM jenis terbaru yakni menggunakan carbon nanotube
yang mana material ini juga telah dipakai pada teknologi rompi anti peluru
terbaru. Sebagaimana diketahui bahwa gelombang radar merupakan gelombang
microwave, dimana gelombang ini mampu diserap oleh carbon MWNTs (Multi
WalledNano Tubes). Dengan menggunakan MWNTs material maka objek yang akan
nampak padaRCS (Radar Cross Section) akan menjadi kecil karena sebagian besar
gelombang radar akan diserap oleh material ini. Namun perlu diketahui bahwa
untuk menggunakan material ini dengan kandungan murni 100% masih belum mampu dilakukan,
sehingga untuk mengakali masalah ini maka paling tidak material MWNTs bisa
digunakan untuk melapisi material-material yang ukurannya sangat kecil semisal
iron ball sebagaimana yang tadi disebutkan. Sangat menarik untuk mengikuti
perkembangan teknologi RAM.
Langganan:
Postingan (Atom)


















































